Jumat, 10 Juni 2016

makalah lmu alamiah dasar disusun darno ufatma untuk tugas kelompok 10



MAKALAH VALUASI / NILAI SUMBER DAYA ALAM HAYATI
UNTUK PEMBANGUNAN
Makalah ini dibuat Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Ilmu Alamiah Dasar
Yang dibina oleh Ir Tamar Mustari, MS






Oleh Kelompok 10
                 DARNO UFATMA                                         15  -  310  -  025
                     DEVITA                                                           15  -  310  -  028
                     WA ODE SARAS VINANTI AZ-ZAHRA    15  -  310  -  032
                     MULIADI  D. ATASAN                                  15  -  310  -  029
                     ARDIN DASRI                                               15  -  310  -  030
                     HANIVA                                                          15  -  310  -  026
                     ELSA RAHAYU WIDODO                           15  -  310  -  027


PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN
BAUBAU
2016












KATA PENGANTAR

          Puji syukur Kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Karena atas limpahan rahmat, Karunia dan Kesehatan yang diberikan Kepada penulis sehingga penuis dapat menyelesaikan Makalah ini sebelum waktunya. Adapun tujuan dari Makalah Ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah “Ilmu Alamiah Dasar” Yang di bimbing Oleh Bapak Ir Tamar Mustari, MS. Sesuai dengan judul Makalah yang Diberikan yaitu “Valuasi /  Nilai Sumber Daya Alam Hayati Untuk Pembangunan” adapun isi dalam makalah Kami ini Banyak membahas pengaruh sumber daya alam untuk pembangunan ekonomi.
          Terima Kasih Pula Kepada Rekan-rekan yang sudah membantu dan mendukung dalam penulisan makalah ini, Kamipun sangat menyadari bahwa makalah kami ini jauh dari kesempurnaan untuk itu kritik dan saran dari pembahaca sangat kami utamakan guna memperbaiki makalah kami kedepannya.
          Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.


Baubau,  Juni 2016

Kelompok 10






DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL......................................................................................... I
KATA PENGANTAR ........................................................................................ II
DAFTAR ISI ....................................................................................................... III
BAB  I  PENDAHULUAN
A.   Pendahuluan ........................................................................................ 1
B.   Maksud dan Tujuan .............................................................................. 1
C.   Rumusan Masalah ............................................................................... 2
D.   Tujuan Penulisan.................................................................................. 2
BAB  II  PEMBAHASAN
A.   Pengertian Sumber daya Alam  ......................................................... 3
B.   Sumber Daya Alam Bagi Pertumbuhan Ekonomi .......................... 3
C.   Peran dan fungsi SDA hayati terhadap
pembangunan ekonomi ...................................................................... 6
BAB  III  PENUTUP
A.   Kesimpulan ............................................................................................ 9
B.   Saran ....................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA

BAB  I 

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
             Sumber daya alam adalah unsur lingkungan yang terdiri atas sumberdaya alam hayati, sumberdaya alam non hayati dan sumberdaya buatan, merupakan salah satu aset yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sebagai modal dasar pembangunan sumberdaya alam harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya tetapi dengan cara yang tidak merusak, bahkan sebaliknya, cara-cara yang dipergunakan harus dipilih yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut makin besar manfaatnya untuk pembangunan lebih lanjut di masa mendatang.
      Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar pada prinsip ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dalam memikirkan kelanjutan SDM. Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia. Maka prioritas utama pengelolaan adalah upaya pelestarian lingkungan, supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnah kehidupan bisa terganggu

B.           Maksud dan Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui klasifikasi sumber daya alam dan manfaatnya serta upaya yang dilakukan untuk mengelolah sumber daya alam untuk pembangunan nilai ekonomi dan dapat mengetahui pemanfaatan sumber daya alam hayati.


C.           Rumusan Masalah
Adapun Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1.    Pengertian Sumber Daya Alam
2.    Sumber Daya Alam Bagi Pertumbuhan Ekonomi

D.        Tujuan Penulisan
            Dari beberapa pembahasan diatas dan Rumusan masalah maka tujuan penulisan Makalah ini adalah
1.    Dapat mengetahui dan memahami pengertian dan bagian-bagian dari sumber daya alam
2.    Dapat mengetahui sumber daya alam apa sajah yang berpengaruh dan sangat menunjang dalam pertumbuhan ekonomi


BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya: tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad renik).
Pada dasarnya Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut. Semua kekayaan dibumi ini, baik Biotik maupun Abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, Manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam Hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam non Hayati.

B.     Sumber Daya Alam Bagi Pertumbuhan Ekonomi
Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alamm secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang persat. Akan tetapi, pada kenyataanya hal tersebut justru angat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber dya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah. Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak disekktor industri dan jasa.
Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah dari pada negara-negara yang bergerak di sektor industri dan jasa. Disamping itu, negara yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung memiliki teknologi yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya. Korupsi, perang saudara, lemahnya pemerintah dan demokrasi juga menjadi faktor penghambar dari perkembangan perekonomian negara-negara tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan sistem pemerintah, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi kebidang industri lain, serta peningkatan transparasi dan akuntabilitas salam pemberdayaan sumber daya alam. Contoh negara yang telah berhasil mengatasi hal tersebut dan menjadikan kekayaan alam sebagai pemicu pertumbuhan negara adalah norwegia dan bostwana.
Walaupun suatu negara memiliki sumber daya alam yang berlimpah, belum secara alamiah, penduduk memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam berbagai bentuk aktivitas sesuai dengan sumber daya alam yang dimilikinya. Aktivitas dalam memanfaatkan sumber daya alam dapat dibagi kedalam enam aktivitas, yaitu (1) pertanian, (2) perkebuan, (3) peternakan (4) perikanan (5) pertambangan dan (6) kehutanan.
1.     Aktivitas pertanian
Di indonesia, aktivitas pertanian merupaka aktivitas utama yang dilakukan oleh sebagian besar penduduknya. Keadaan tanah yang subur dan didukung iklimnya membuat penuduk indonesia banyak mencari nafka pada aktivitas pertanian.
2.     Aktivitas perkebunan
Perkebunan bertujuan untuk menghasilkan komoditas pertanian dalam jumlah besar. Dengan alasan efektifitas, aktivitas perkebunan disertai dengan industri pengolahan hasil perkebunan yang sengaja dibangun diarea perkebunan. Komoditas yang dihasilkan biasaya diolah dan dikemas terlebih dahulu sebelum dijual kekonsumen. Komoditas yang telah berkembang di indonesia diantaranya adalah teh, kopi, cokelat, karet, eapa, dan kelapa sawit, lada, vanili, pala, cengkeh, tembakau dan tebu
3.     Aktivitas peternakan
Budidaya peternakan yang dikembangkan di Indonesia diantaranya sapi, kerbau, kuda, babi. Selain itu masi banyak ternak lainnya yang dikembangkan oleh penduduk secara mandiri, misalnya ayam, kambing, domba, dan lainnya.
4.     Aktivitas perikanan
Indonesia memiliki sumber daya perairan yang sangat berlimpah. Curah hujan yang cukup tinggi membuat wilayah yang memiliki sungai, danau, dan waduk. Tempat-tempat tersebut sebagian telah dimanfaatkan oleh penduduk untuk aktivitas perikanan. Tentu saja sumber daya alam perikanan yang jauh lebih besar adalah sumber daya alam dilaut. Luas laut yang sangat besar atau dua pertiga dari luas wilayah indonesia, menyimpan berbagai kekayaan alam, khususnya ikan.
5.     Aktivitas pertambangan
Perusahaan pertambangan dikelolah oleh pemerintah maupun swasta. Banyak perusahaan swasta dari luar indonesia yang juga ikut serta melakukan aktivitas penambangan dengan perjanjian tertentu dan sistem bagi hasil dengan pemerintah indonesia. minyak bumi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik skala besr seperti PLN, maupun untuk rumah tangga, industri, kendaraan bermotor. Selain dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negri, produksi minyak bumi dan gas alam indonesia juga diekspor ke berbagai negara lain.
6.     Aktivitas kehutanan
Sumber daya alam hutan merupakan sumber daya alam yang juga sangat berlimpah di indonesia. hutan dimanfaatkan penduduk untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan ataupun berbagai keperluan, baik sebgai sumebr pengaan penghasil kayu bangunan ataupun sebagai sumber tambang dana mineral berharga. Pemanfaatan hutan selanjutnya dilakukan secara intensif dengan mengambil secara besar-besaran sumber daya alam yang ada didalamnya.

C.    Peran dan fungsi SDA hayati terhadap pembangunan ekonomi
1) Menaikkan Produk Domestik Bruto (PDB)
Apabila dilihat dari segi ekonomi, sektor pertanian ini mampu menaikkan PDB kita dan membawa keuntungan. Hal ini terjadi apabila ditingkatkan hasil produksinya dan mencari wilayah yang dianggap memiliki pangsa pasar yang luas.
Dilihat dari segi kuantitas, wilayah Indonesia terdiri dari ±250 juta jiwa dapat menjadi target utama pangsa pasar yang cukup ekonomis dan menguntungkan bagi kita. Apalagi jika mampu menembus ke pasar luar yang membutuhkan barang-barang hasil pertanian negara kita. Ini merupakan suatu perencanaan yang cukup bagus dalam menembus pasar dunia, bahkan bisa meningkatkan pendapatan negara dari sektor pertanian. Dari pembelajaran inilah kita bisa menentukan target yang akan ditempuh kedepannya dengan memperhatikan pada sektor pertanian yang dianggap kecil, namun sebenarnya bisa memberi peluang keuntungan yang besar.
Contoh: Kelompok Tani dari Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, merasa senang produk Indonesia masuk ke luar negeri. Kelompok tani tersebut menyebutkan mulai mengirim barang ke Singapura. Sejak Mei 2012, setiap minggu mereka bisa mengirim sayur dan buah sebanyak 3 ton. Jika hal ini terus terjadi setiap minggunya dan tidak hanya dari satu kelompok tani, otomatis pendapatan nasional akan meningkat dan masyarakat pun bisa lebih sejahtera.


2) Penyedia Lapangan Pekerjaan
Peran SDA hayati dalam bentuk produksi pertanian telah mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup banyak. peran sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja adalah sebesar 33 persen (BPS 2012). Ini merupakan angka yang cukup besar. Tabel tersebut juga menunjukkan bahwa struktur tenaga kerja saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian.

3) Menyejahterakan Petani
Sektor pertanian merupakan sumber utama kehidupan dan pendapatan masyarakat petani. Menyejahterakan disini mengandung arti luas, mampu menumbuhkembangkan partisipasi petani dan mampu meningkatkan keadaan sosial ekonomi petani melalui peningkatan akses terhadap teknologi, modal, dan pasar.

4) Penyedia Pangan Masyarakat
Peranan petani tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan masyarakat. Mengapa demikian, karena petani menjadi pemasok setiap kebutuhan pangan dari setiap anggota keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya sehari-hari.Tanpa adanya petani manusia tentu tidak dapat memenuhi kebutuhannya bahkan harus mengimpor barang-barang pangan dari luar. Di wilayah Indonesia profesi sebagai petani mampu mengurangi angka pengangguran yang cukup besar, dimana sektor pertanian terbuka secara luas asalkan memiliki modal dan pengetahuan yang cukup dalam pengelolaaan usaha tani tersebut. Keterkaitan peran petani dengan masyarakat bisa disamakan sebagai keterkaitan antara produsen dengan konsumen. Produsen harus selalu menyediakan setiap saat barang-barang kebutuhan dari konsumennya. Oleh karena itu terdapat saling ketergantungan antara peran petani dengan masyarakat dalam pemenuhan setiap kebutuhan masyarakat.

5) Menjadi Basis Pertumbuhan Ekonomi
Sektor pertanian menjadi salah satu dari unsur-unsur yang mengisi pertumbuhan perekonomian di setiap negara. Sektor pertanian meski hanya menyumbang tidak sampai dari ¼ pendapatan negara tetapi menjadi penopang terhadap pendapatan dari setiap negara terutama di Indonesia yang tiap tahunnya mengekspor biji mete, beras, dan berbagai bahan pokok lainnya dalam pangan menjadi pemasukan devisa negara tiap tahunnya. Menurut laporan BPS, sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto terbesar dalam PDB berdasarkan harga berlaku triwulan I-2010 adalah sektor industri pengolahan sebesar Rp380,9 triliun, kemudian sektor pertanian Rp239,4 triliun. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa sektor pertanian menempati peringkat ke-2 setelah sektor industri dalam pendapatan negara tiap tahunnya. Melihat dari data BPS tersebut dapat dikemukakan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang cukup menguntungkan apabila ditingkatkan dan disebarluaskan pangsa pasarnya khususnya dalam pemasaran produk- produk lokal negara kita sehingga tidak kalah saing dengan produk-produk luar yang bermunculan saat ini.


BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.(Pasal 1 angka 2 UU No.5 Th. 1990).
Kegiatan konservasi dan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya berasaskan pelestarian dan kemampuan, serta pemanfaatan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya secara serasi dan seimbang. Asas tersebut merupakan landasan untuk mencapai tujuan, yaitu mengusahakan terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati serta ekosistemnya dan selanjutnya dapat mendukung peningkatan kesejahteraan serta mutu kehidupan manusia. Ketentuan konservasi di Indonesia tercantum dalam Undang-undang No.5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

B.     SARAN
Sebagai Warga Negara Indonesia, sebaiknya kita dengan kesadaran diri ikut dalam pelaksanaan konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya. Agar lingkungan hidup kita dapat terjaga dan terlestarikan dengan baik. Mulailah dari diri sendiri.


DAFTAR PUSTAKA

Tim penyusun bahn ajar PLH. 2009. Pendidikan Lingkungan Hidup. Semarang : UNNES.
Syaidah, Hasan. 2012. Makalah Pengetahuan Lingkungan (konservasi sumber daya alam).
http://catatankuliah-ku.blogspot.co.id/2010/12/makalah-sumber-daya-alam.html
Reso Sudarmo, Sudjiran. (1958). Ilmu Bumi Alam. Bandung
Tim Dosen IAD, 2004. Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Makassar: Universitas Negeri Makassar.